Gejala dan Penyebab Infeksi Saluran Kencing

Gejala dan Penyebab Infeksi Saluran Kencing,- Penyakit Infeksi saluran kencing (ISK) adalah infeksi bakteri yang mengenai bagian dari saluran kemih.  ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau E. coli yang umumnya hidup di dalam usus besar dan sekitar anus.  Bakteri ini masuk ke dalam saluran uretra seseorang ketika kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil. Pengobatan Infeksi Saluran Kencing Pada Wanita 


ISK juga  disebabkan oleh iritasi setelah berhubungan seksual dan akibat terganggunya kinerja pengosongan urin oleh kondisi tertentu. Ketika mengenai saluran kemih dibagian bawah dinamai dengan istilah medis sistitis (infeksi kandung kemih), dan ketika mengenai saluran kemih bagian atas dinamai dengan istilah medis pielonefritis (infeksi ginjal). Infeksi saluran kemih lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Tanaman Untuk Mengobati Infeksi Saluran Kencing 

1. SISTITIS 

Sistitis adalah peradangan yang terjadi pada kandung kemih. Biasanya penderita akan mengalami infeksi pada uretra atau uretritis. Rasa sakit akan semakin parah apabila kandung kemih tidak bisa kosong saat setelah buang air kecil. Infeksi bakteri menjadi penyebab yang paling sering ditemukan. Beberapa orang juga bisa menderita sistitis karena proses terapi radioterapi atau penggunaan cairan khusus pada organ genital. Obat Ampuh Infeksi Saluran Kencing 

Gejala Sistitis

Pada awalnya gejala memang tidak akan terasa secara langsung. Tapi tanpa disadari ketika infeksi sudah parah maka akan menunjukkan beberapa gejala seperti :
  • Sering buang air kecil secara terus menerus dengan volume yang sedikit dan harus melakukan dorongan kuat atau mengejan saat buang air kecil.
  • Ada rasa panas dari saluran kemih hingga organ genital saat buang air kecil.
  • Pada kondisi khusus bisa menyebabkan pendarahan dari saluran urin jadi ada urin dalam darah.
  • Urin memiliki warna yang lebih pekat,kental dan aroma yang lebih menyengat.
  • Rasa sakit pada bagian panggul saat beraktivitas.
  • Badan kurang nyaman dan disertai dengan demam.
  • Perut pada bagian bawah seperti tertekan dan keras.
  • Anak-anak yang terkena sistitis akan lebih sering mengompol pada siang hari.
  • Nyeri atau perih saat buang air kecil
  • Rasa ingin selalu buang air kecil dan tidak bisa ditahan
  • Rasa tidak nyaman dan nyeri pada perut bagian bawah
  • Seperti ada tekanan pada panggul
  • Bau urine yang sangat menyengat
  • Warna urine yang keruh, bahkan kadang-kadang bercampur darah
  • Badan terasa lelah, tidak enak, dan nyeri
  • Perasaan bahwa urine tidak sepenuhnya keluar setelah selesai kencing

Penyebab Sistitis

Penyebab sistitis secara umum adalah infeksi dari Eschericia coli. Wanita memiliki resiko yang lebih sering karena area genital wanita lebih dekat dengan sumber bakteri dari dubur. Penyakit ini pada dasarnya bukan penyakit menular dan bisa diobati.


2. URETRITIS 

Uretritis adalah peradangan yang terjadi pada bagian uretra. Penyakit ini menjadi penyakit infeksi saluran kencing paling awal sebelum menyebar ke bagian sistem kemih lain. Kondisi ini dapat terjadi jika ada bakteri yang masuk ke bagian saluran kemih kemudian bakteri hidup dalam lingkungan ini.

Bakteri akan masuk ke saluran kemih dari bagian atas sehingga menyebabkan kandung kemih tidak bekerja dengan sempurna. Urin yang seharunya keluar juga mungkin bisa masuk ke saluran kemih dan tidak keluar sepenuhnya. Obat Herbal Infeksi saluran Kencing 

Penyebab Uretritis

Uretritis disebabkan oleh infeksi yang berasal dari bakteri yang masuk ke saluran uretra. Infeksi ini lebih sering disebabkan oleh jenis bakteri :

E. coli (bakteri yang berasal dari tinja)
Gonococcus (bakteri yang menular karena hubungan seksual)
Clamidia trachomatis (bakteri yang ditularkan karena hubungan seksual).
Gejala Uretritis

Gejala paling umum dari uretritis adalah rasa tekanan yang sangat sakit saat buang air kecil. Selain itu beberapa penderita juga merasa gejala lain seperti:
  • Rasa panas atau nyeri saat kencing
  • Terasa ingin kencing terus tapi keluarnya hanya sedikit-sedikit
  • Urin kencing berdarah 
  • Urin keruh
  • Urin bau menyengat Nyeri di bawah pusar Nyeri di daerah rectum
  • Selalu ingin buang air kecil dan merasa tekanan pada bagian perut bawah.
  • Buang air kecil akan terasa lebih sulit sehingga terkadang harus menekan perut bagian bawah.
  • Rasa gatal dan nyeri yang berlebihan pada bagian organ genital.
  • Rasa sakit yang sangat terasa saat berhubungan intim.
  • Keluar cairan (keputihan) yang berlebihan dari vagina bagi wanita dan pria akan mengeluarkan air mani (sperma).


3. PIELONEFRITIS 

Pielonefritis adalah infeksi atau peradangan kandung kemih yang sudah mencapai ginjal. Kondisi ini bisa terjadi karena infeksi yang berlanjut telah mencapai bagian atas sistem kemih, sehingga urin dari ureter tidak bisa keluar dan kembali ke sistem kemih atas dan bahkan mencapai bagian ginjal.

Ini adalah infeksi yang paling serius dari sistem kemih dan membutuhkan penanganan yang sangat serius. Infeksi ini dapat menyerang bagian ginjal dan menyebabkan kerusakan untuk ginjal.

Gejala Pielonefritis

Infeksi pielonefritis biasanya sudah terjadi selama beberapa lama. Kondisi ini juga sering ditemukan pada orang yang mengalami infeksi saluran kencing dan tidak mendapatkan perawatan atau tidak diobati.

Gejala yang biasanya muncul adalah sebagai berikut.
  • sponsored links
  • Tubuh menjadi lebih lemah dan disertai dengan demam tinggi.
  • Rasa sakit yang sangat parah pada bagian pangkal paha.
  • Sakit perut yang menyebar tanpa bisa dijelaskan.
  • Keinginan buang air kecil yang terlalu sering (Sering buang air kecil).
  • Ada tekanan yang berlebihan saat buang air kecil.
  • Rasa panas saat buang air kecil.
  • Ada pendarahan atau nanah yang berasal dari urin.
  • Urin memiliki warna yang lebih keruh dan bau yang menyengat.

Bahaya Pielonefritis
  • Pielonefritis bisa menyebabkan kerusakan ginjal yang sangat serius atau kerusakan ginjal tetap. Kondisi ini akan membuat fungsi ginjal menurun hingga membutuhkan penanganan khusus misal operasi pengangkatan ginjal.
  • Penderita juga bisa menghadapi keracunan darah. Kondisi ini bisa terjadi karena ginjal yang berfungsi untuk menyaring semua limbah tubuh mendapatkan banyak bakteri yang tinggal dalam ginjal. Bakteri bahkan akan menyebar ke semua bagian tubuh lewat darah sehingga terjadi keracunan darah.
  • Penderita terutama wanita yang sedang hamil biasanya memiliki resiko kelahiran bayi prematur dan bayi dengan berat yang lebih rendah.

Facebook Comments

0 komentar